HINANYA NKRI DI MATA PRESIDEN CHINA XI JINPING, MINTA IBUKOTA DIPINDAHKAN KE SHANGHAI CHINA


Entah apa yang dipikirkan oleh pihak China dengan meminta agar Ibukota Negara Indonesia, sebaiknya dipindahkan saja ke negara mereka.

Menurut salah satu tokoh muda asal Maluku Utara, Darwis hal tersebut sebagai penghinaan, “Ini negara berdaulat, kok bisanya China meminta agar ibukota negara NKRI dipindahkan saja ke China ? Sudah gila ya ?” Tanya Darwis dengan nada tinggi melalui selularnya.

Menurutnya permintaan China sudah menganggap jika Presiden Indonesia sudah bisa di setir seenaknya, hingga wacana untuk memindahkan Ibukota Negara Indonesia sebaiknya di China saja.

Indonesia masih memiliki wilayah yang sangat luas untuk dijadikan sebagai ibukota negara. Bahkan kisah tentang perdana menteri Jepang ketika kepala negara masih dipegang oleh Habibie, mencoba mengusulkan kepada Habibie, agar ekonomi Indonesia ketika pada waktu sedang tertimpa krisis moneter, kembali stabil dengan cara mengambil seluruh aset negara mereka, dan Perdana Menteri Jepang mewakili penduduk Jepang meminta Pulau Kalimantan sebagai gantinya.

“Jepang pasti sudah tahu kelebihan yang dimiliki oleh Pulau Kalimantan, dan setahu saya Pulau Kalimantan tidak pernah mengalami bencana alam, selain banjir, (banjir) itupun kesalahan dari pihak perusahaan-perusahaan yang masuk berinvestasi disana dengan membabibuta,” ujar Darwis.

Sebelumnya Presiden China Xi Jinping kepada Indonesia memberikan solusi jika ingin memindagkan Ibukota Negara, sebaiknya dipindahkan saja ke Shanghai, dan pemerintah China akan menyiapkan lahan seluas 600 hektar dan akan membantu membangun infrastruktur untuk seluruh kebutuhan gedung-gedung pemerintahan.

Namun Xi Jinping dengan enaknya mengatakan jika pemerintahnya hanya meminta tiga lembaga yang dikelola mereka, yaitu Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil, Dirjen Imigrasi dan Dirjen Bea Cukai, karena menurutnya pemerintah China sudah berbaik hati untuk membantu membangun dengan memakai anggaran negara mereka, itupun tanpa dilakukan pemeriksaan.

Bahkan ucapan hina Xi Jinping yang dikemukakan di depan senat negaranya, jika pihaknya sangat tahu pejabat-pejabat di Indonesia suka melakukan mark-up anggaran, namun tidak masalah jika pejabat Indonesia ingin melakukan hal itu jika menerima untuk membangun di infrastruktur Ibukota NKRI di negaranya, dan itu tidak akan di audit.

Tawaran itu berlaku ketika Xi Jinping mendengar jika Ibukota negara akan dipindahkan ke Palangkaraya Kalimantan Tengah dengan luas wilayah yang akan dipakai 500 hektar. Untuk membatalkan rencana pemindahan ke Kalimantan, China membujuk dengan iming-iming menyediakan lahan seluas 600 hektar.

Hanya empat lembaga negara yang tidak usah ikut dipindahkan ke Shanghai, DPR, MA, MK dan KPK. Bahkan dengan sombongnya Xi Jinping “memaksa” Presiden Jokowi agar menerima permintaan mereka tanpa syarat, seperti yang diberitakan secara khusus oleh Kantor berita Xinhua.

Berita ini disebarkan pertamakali oleh mantan wartawan dari media BBC, Asyari Usman dan dikutip oleh beberapa media. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

3 komentar:

  1. Makin edan aje rezim skrg, dmn harga diri bangsa kalo semua pernyataan kepala negara luar sll melecehkan kedaulatan NKRI?

    ReplyDelete
  2. Untuk menghormati permintaan presiden cina yg konon katanya komeradnya kepala negara, gimana jika kita mulai sweeping, memulangkan dan mendeportasi WNA cina yg gak jelas statusnya dan berada di wilayah NKRI

    ReplyDelete
  3. MAKIN MENJADI JADI AJA, MEREKA MERASA PALING HEBAT

    ReplyDelete