Selain ada Niat, Ahok juga Tidak Menyesal Menodai Agama Islam


Ahli Pidana pihak Ahok, C. Djisman Samosir mengatakan bahwa dalam kasus penodaan agama oleh Ahok, penting untuk melihat niat. Ia menganggap niat untuk menista harus dibuktikan.

“Actus reus (perbuatan) sama mens rea (niat) harus dibuktikan. Untuk membuktikan niat dengan aksi, harus sungguh sungguh,” katanya dalam sidang lanjutan kasus penodaan agama di Gedung Kementrian Pertanian Jakarta Selatan pada Selasa (21/03)

Menurutnya, keseharian Ahok juga harus dilihat. Dan keseharian tersebut, kata dia, menjadi pertimbangan majelis hakim.

“Keseharian orang itu bagian yang paling penting untuk melihat niat. Jadi rekam jejaknya harus dipelajari dulu. Jika tidak nyambung tidak ada penistaan,” ujarnya.

Menanggapi hal itu, koordinator pengawalan sidang Ahok dari Tim Advokasi GNPF-MUI, Nasrullah Nasution menilai niat Ahok sudah jelas. Hal itu terlihat dari kegagalan Ahok di Pilkada Babel yang kemudian dituangkan dalam buku ‘Merubah Indonesia’ dan disampaikanya dalam pidato di Balai Kota dan di partai Nasdem.

“Sebetulnya niatnya sudah jelas dari video sebelumya, kemudian buku merubah Indonesia. Bahkan video Al-Jazeera bilang dia tidak menyesal dan akan mengulangi d tempat yg sama,” ujarnya.

“Jadi disamping niat juga tidak ada penyesalan dari apa yang beberapa kali diucapkan,” tukasnya. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment