Gus Ishom ‘Saksi Ahli Ahok’ Belum Haji dan Doktor, Guru Besar UI: Maka Rontoklah Kesaksiannya


Kiai Ahmad Ishomuddin atau Gus Ishom telah melakukan klarifikasi dan mengaku belum berhaji serta belum bergelar doktor, berbeda dengan yang disebut-sebut media selama ini. Gus Ishom pun dinilai sebagai “saksi palsu” kasus penistaan agama dengan terdakwa Basuki Tjahaja Purnama (Ahok).

Guru Besar Universitas Indonesia (UI), Nazaruddin Sjamsudin menilai dengan terungkapnya latarbelakang sebenarnya Gus Ishom, maka “rontoklah” kesaksian Gus Ishom di sidang Ahok.

“Maka rontoklah kesaksiannya,” tegas Nazaruddin di akun Twitter @nazarsjamsuddin, menanggapi pernyataan akun @elfizal yang menyatakan: “Kalo begini akhirnya! Kasihan nih orang! #PenistaAgama pake saksi ahli palsu? Dan Muslim tak sebodoh Ahoker!”

Sebelumnya, sejumlah tokoh Islam menyesalkan pernyataan Gus Ishom di persidangan Ahok yang ke-15.

Direktur Centre for Strategic and Policy Studies (CSPS) Prijanto Rabbani di akun Twitter @PrijantoRabbani menulis: “Maaf, nampaknya integritasnya sudah diragukan publik...,”. Prijanto menanggapi tulisan bertajuk “Dituding Lakukan Pembohongan Publik, Begini Klarifikasi Lengkap Kiai Ishomuddin.”

Tak hanya itu, da’I kondang asal Nuuwar, Irian Jaya, Ustadz Fadlan R Garamatan juga bersuara keras soal kesaksian Gus Ishom. “Hanya karena uang dan polularitas dunia saksi abal-abal dari Ahok mengkatan Al Quran tidak berlaku, akan bertanggung jawab kepada Allah,” tegas Fadlan di akun ‏ @fadlannuuwaar.

Gus Ishom kepada media mengirimkan klarifikasi bertajuk “Tabayun Setelah Sidang ke-15 Kasus Penodaan Agama.” [ito]
DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

1 komentar:

  1. Intinya saja, ummat islam & warga negara Indonesia menunggu hasil akhir, kapan si hoax dipenjara, cuma itu yg dituntut ummat muslim & WNi, kalo soal Ishomudin biar Allah yg melaknat, kita sesama hamba Allah hanya menunggu keputusan Allah terhadap ishomudin ini

    ReplyDelete