Copoti Spanduk Pilih Pemimpin Muslim, Polisi Diingatkan Azab oleh Netizen


Jakarta – Polsek Cempaka Putih dan Satpol PP Kecamatan Cempaka Putih melakukan aksi penurunan lima spanduk yang dianggapnya provokasi di wilayah Rawasari, Cempaka Putih, Jakarta Pusat, baru-baru ini. Bukan mendapat dukungan, kegiatan itu justeru menuai kecaman dan komentar negatif dari para netizen.

Fanspage resmi DivHumasPolri memposting kegiatan tersebut. Berdasarkan pantaun Kiblat.net, Kamis (23/03) siang, postingan itu sudah dibanjiri komentar negatif dari para pengguna Facebook. Padahal, berita itu tercatat baru diposting pukul 10.00 WIB.

Dalam foto yang diunggah, terlihat sejumlah aparat menurunkan spanduk bertulis, “Islam Agama Kami, Al-Qur’an Petunjuk Kami, NKRI harga mati, Pemimpin Islam Pilihan Kami.” Spanduk ini dinilai provokatif dan dapat memicu kegaduhan.

Di sisi lain, Netizen menilai spanduk itu sebagai sarana dakwah atau pengingat kepada warga muslim wilayah setempat agar memilih pemimpin Islam. Karena, umat Islam khususnya di wilayah Jakarta sudah trauma dengan kejadian penistaan agama yang dilakukan oleh Ahok/ Basuki Tjahja Purnama saat menyinggung Qs. Al-Maidah: 51.

“Apanya yg provikatif pak polisi himbauan muslim yg harus memilih pemimpin muslim ya emg gtu keyakinannya..kecuali spanduk itu di bentangkan dikawasan non muslim baru provokatif…hadeuh,” tulis akun @Henda Katalunya.

Netizen lainnya merasa sangat kecewa dengan pencopotan tersebut. Spanduk itu tak lain hanyalah mengingatkan warga Muslim terhadap ajarannya.

“Sesama muslim…mengingat kan kaum muslim…sudah di anggap provokatif……walaah….jaman opo iki,” kata akun @Muzni Hammam.

Lebih pedas, seorang akun @AR Judge bahkan menuduh polisi picik atas tindakan tersebut. “Provikatifnya di mana kalimat, “Islam agama kami, Al’quran petunjuk kami, NKRI harga mati, Pemimpin Islam pilihan kami”. Bapak terlalu picik memandang Islam…,” tegasnya.

Tak hanya itu, akun dengan nama @Ikra Nurhadi juga merasa kesal dengan sikap polisi. Karena umat Islam selalu jadi korban. “Nonmuslim pilih nonmuslim boleh, cina pilih cina boleh, masa muslim pilih muslim dibilang provokatif, dibali gubernur harus hindu, dipapua gubernur harus kristen, iki piye toh, islam kok yg jadi korban mulu.”

Akun @Rasulan lebih mengingatkan kepada institusi negara itu. “kalau perintah Allah anda sebut provokasi kehancuran anda sudah sangat dekat pak,” tulisnya.

Hingga berita ini di buat, sudah ada ratusan komentar negatif di postingan DivHumasPolri tersebut. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment