Aksi 313 Akan Datangi Istana


Gerakan Islam turun ke jalan sejak 14 Oktober 2016, yang kemudian dilanjut Aksi 411, 212, sampai 112, kini telah diumumkan lagi aksi 313.

Aksi ini akan dilakukan pada 31 Maret siang dimulai dari depan Istiqlal lalu bergerak ke Istana.

"Benar ada aksi 313", kata juru bicara GNPF MUI Kapitra Ampera dikutip Kumparan, Senin (27/3).

Aksi ini mengangkat tema agar Ahok dicopot sebagai gubernur DKI karena statusnya sebagai terdakwa kasus penistaan agama.

Menurut Wakil ketua DPR Fadli Zon, aksi ini sah-sah saja selama dilakukan secara tertib dan damai dalam menyuarakan suara umat Islam.

"Kalau menurut saya aksi tersebut sudah biasa yah, sah-sah saja menurut saya kalau selama ikuti aturan dengan tertib, aman dan damai. Menurut saya ini bagian yang tidak terpisahkan dari negara demokrasi", kata Fadli di Gedung DPR.

Terkait isu dugaan intervensi menjelang pilkada DKI putaran kedua. Fadli meminta aksi tersebut tidak seharusnya diintimidasi, akan tetapi difasilitasi.

"Saya enggak tahu, kita lihat aja sebelumnya tokoh-tokoh ormas islam dalam beberapa kali dalam skala besar tidak ada insiden, semuanya berjalan aman dan damai. Jadi sebaiknya demonstrasi itu difasilitasi bukan diintimidasi", jelasnya.

Pihak Kepolisian siap mengantisipasi rencana Aksi 313.

Tapi, menurut Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Komisaris Besar, Martinus Sitompul, pihaknya belum menerima laporan masuk tentang rencana kegiatan yang digelar Jum'at nanti.

"Beredarnya brosur ajakan Aksi 313 sampai saat ini, Polri belum terima pemberitahuan", kata Martinus di Mabes Polri.

Martinus menyatakan, Polri akan tetap menyiagakan personelnya dalam mengamankan jalannya aksi agar berlangsung tertib, lancar, dan aman.

Kepolisian juga berharap pelaksanaannya berlangsung damai tanpa mengganggu ketertiban masyarakat.

"Kegiatan tersebut harus dikelola dengan tepat supaya masyarakat bisa melaksanakan kegiatan dengan baik, lancar, dan aman", tutur Martinus.

Sekjen Forum Umat Islam (FUI) Muhammad Al-Khaththath, membenarkan digelarnya 313.

Ia menjelaskan, aksi nanti akan digelar setelah shalat Jum'at dalam bentuk aksi serta orasi di depan Istana Kepresidenan.

"Meminta kepada Presiden Jokowi agar sesuai Undang-undang memberhentikan terdakwa kasus penistaan agama, Basuki Tjajaha Purnama", ujar Al-Khaththath.

Rencananya, massa lebih dulu berkumpul di Masjid Istiqlal untuk shalat Jum'at. Setelahnya bergerak menuju Monas dan ke depan Istana untuk menyuarakan tuntutan.

"Seluruh alumni 212 diajak, siapa tokohnya nanti diinformasikan", kata Al-Khaththath.

Al-Khaththath mengatakan, aksi tersebut akan berlangsung damai. Mereka akan berhenti setelah diterima oleh pihak Istana.

"Pokoknya kita kalau sudah diterima oleh Istana ada pembicaraan yang baik ya kita pulang", ujarnya. (Kumparan/CNN Indonesia/Detikcom) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment