Lomba Meniup Kondom Meriahkan Peringatan Hari AIDS, Inikah Revolusi Mental?


Hari Aids Sedunia yang setiap tahun diperingati tanggal 1 Desember diisi dengan acara/kegiatan yang berbeda-beda di tanah air.

Bagi politisi perempuan PKS Ledia Hanifa, kepedulian akan bahaya Aids dilakukannya salah satunya dengan meng-edukasi tentang Bahaya Aids dan meminta pemerintah memikirkan sosialisasi pencegahan dan pengobatan Aids. (Baca: Hari AIDS Sedunia & Kondisi Indonesia" by Bu @lediahanifa)

Namun ada juga yang memperingati Hari Aids dengan cara kontroversial dengan mengadakan lomba meniup kondom.

Seperti diberitakan suaramerdeka.com, pegiat anti HIV/AIDS Banyumas menggelar lomba meniup kondom di halaman pendapa wabup, Jum’at (5/12).

Lomba diikuti puluhan orang yang berasal dari berbagai elemen masyarakat. Antara lain, mahasiswa, Pegawai Negeri Sipil (PNS), TNI serta masyarakat umum. Lomba tersebut memancing perhatian masyarakat umum untuk melihatnya.

Peserta lomba yang dinobatkan sebagai pemenang adalah mereka yang berhasil meniup kondom hingga pecah. Setiap peserta diberi waktu 15 detik untuk memecahkan alat kontrasepsi untuk laki-laki tersebut.

Menurut koordinator aksi, Arno Suprapto, lomba tersebut sebagai bentuk protes terhadap laki-laki yang suka bergonti-ganti pasangan tanpa menggunakan kondom. Tindakan tersebut dinilai berisiko menyebarkan virus yang belum ditemukan obatnya tersebut.

“Ini bukan berarti kami melegalkan seks bebas. Lomba meniup kondom ini sebagai bentuk protes kami terhadap para laki-laki yang suka jajan tapi tidak menggunakan kondom. Kondisi tersebut menyebabkan banyak ibu rumah tangga yang tertulas HIV,” kata dia.

Sebelum lomba, mereka menggelar apel di halaman Pendapa Sipanji dan dilanjutkan longmarch dari Alun-alun Purwokerto hingga pendapa wabup. Sepanjang jalan mereka membagi-bagikan bunga kepada pengendara yang melintas untuk turut memberantas HIV/AIDS.

***

Kita masih ingat, tahun lalu peringatan Hari Aids juga penuh kontroversi dengan membagi-bagi kondom di kampus-kampus yang bertajuk Pekan Kondom Nasional. Kegiatan yang digagas Kementerian Kesehatan dan dilaksanakan oleh Komisi Penanggulangan AIDS Nasional (KPAN) serta salah satu produsen kondom ini mendapat kecaman publik, bahkan PBNU menyatakan kegiatan itu melenceng dari agama. (Baca: PBNU: Pekan Kondom Nasional Bertentangan dengan Ajaran Agama)

Kalau tujuannya edukasi tentu harus menjauhi cara-cara yang hanya mendatangkan kontroversi. Tak bisa dipungkiri persepsi publik bahwa kondom adalah simbol free sex. Masih banyak cara memberi edukasi kepada masyarakat akan bahaya Aids. Jangan sampai salah cara malah justru menyuburkan free sex yang mengakibatkan bobroknya moral masyarakat. Tentu ini jauh dari semangat Revolusi Mental. (ibn) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment