Ketika Ketua Nasyiatul Aisyiyah Lempar Pertanyaan ini Untuk Jokowi, Terlihat Raut Wajah Ketidaksenangan. Kenapa?


Raut wajah presiden Joko Widodo menunjukkan ketidaksenangan saat ditanya Ketua Umum PP Nasyiatul Aisyiyah Diyah Puspitarini dalam pertemuan 17 Ormas Islam di Istana, kemarin sore.

"Menurut saya, wajah Jokowi terlihat tidak senang saat saya tanya, itu menurut saya," kata Diyah saat dihubungi Rimanews, Kamis (10/11/2016).

Dalam pertemuan kemarin sore, Diyah bertanya alasan Jokowi memanggil mendadak 16 orang perwakilan ormas Islam lainnya. "Apa dan kenapa kami diundang secara mendadak seperti ini? Sejauh mana keseriusan pemerintah dalam menanggapi kasus Ahok?" kata Diyah.

Pertanyaan itu tidak dijawab langsung oleh Jokowi. "Yang Jawab Pak Mensesneg," kata Diyah.

Tapi jawaban Mensesneg Pratikno pun tidak jelas. "Mensesneg hanya menjawab 'ya memang mendadak', presiden mintanya mendadak," ujar Diyah.


Selain dirinya, sejumlah perwakilan ormas Islam juga mengajukan pertanyaan. "Banyak yang bertanya termasuk Pak Mahfud MD, saya tidak hafal satu per satu," tutur Diyah.

Diyah menilai, pertemuan dengan Jokowi  tidak menyelesaikan persoalan. "Saya juga heran, saya ini wakil Muhammadiyah, dan presiden sudah bertemu dengan Muhammadiyah, saya bingun apa maksudnya. Bagi saya sama sekali tidak menyelesaikan masalah," ujar Diyah.

Diyah bercerita, Selasa (08/11) dia mendapat undangan via SMS dan telp dari protokoler Presiden untuk hadir di Istana Negara tanggal 8 November 2016 pukul 16.30 WIB.

Pertemuan yang berlangsung Rabu sore itu, dihadiri oleh Al Irsyad Al Islamiyah, Jam'iyatul Washliyah, Ikadi, Perti, Majelis Rasulullah, Syarikat Islam, BKPRMI, Muslimat NU, Mathla'ul Anwar, DDII, Fatayat NU, Wanita Islam, GP Ansor, Parmusi, Kahmi, dan Nasyiatul Aisyiyah.

Jokowi, kata dia menyampaikan respons tentang aksi 4 November dan alasan beliau tidak menemui perwakilan aksi yaitu karena masalah prosedur keamanan.

Pernyataan Jokowi itu, ditanggapi Diyah. "Jika tadi Presiden menyampaikan bahwa demi keamanan Bapak lebih baik tidak menemui rakyat. Saya sampaikan bahwa rakyat yang berunjuk rasa ingin bertemu dengan pemimpin mereka. Jangan khawatir dengan rakyat," kata Diyah.

Dia juga berharap, agar pemerintah berlaku adil dalam penanganan kasus Ahok. "Rakyat hanya membutuhkan satu kata, keadilan," pungkas Diyah. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment