Menlu Ahmet Davutoglu AJAK DIALOG Fethullah Gulen


Oleh : Ahmad Dzakirin

“Kita seharusnya membangun dialog, sekalipun ada hambatan fisik. Selalu ada jalan keluar atas krisis ini. Mari kita dialog. Itulah mengapa Erdogan mengundang Gulen (kembali) ke Turki.

Adalah sangat jelas berapa banyak civil society, yang dulunya ditindas selama insiden 28 Februari (saat Erbakan dikudeta), termasuk Hizmet sendiri telah berkembang pesat dimasa kepemimpinan kita.

Civil society dapat mempengaruhi politik, namun harus melakukannya secara terbuka, jika demikian tidak akan ada civil society yang akan mengalami tekanan berat. Negara akan bertindak sebagai negara dan civil society akan bertindak sebagai civil society.

Lihatlah darimana kita menuju dalam 10 tahun ini. Saya menyerukan sahabat-sahabat saya di Cemaat atau gerakan Hizmet (pelayanan) untuk menjalankan akuntabilitas internal. Jika akuntabilitas internal hadir maka langkah tepat pasti akan dilakukan. Janganlah 10 tahun prestasi dan kerja keras ini disia-siakan.

Kesan otoritas ganda dalam pemerintahan tidak hanya membahayakan negara namun juga pelbagai kelompok dan struktur civil society. Isu ini telah menjadi sesuatu lain lebih dari semata isu korupsi dan tampak dimensi balas dendam (kelompok Gullen). Saya lihat dari wajah jaksa ketika membacakan pernyataan. Membaca pernyataan tidak cocok dengan profesi jaksa. Lembaga yudisial harus dibersihkan dari segala jenis perasaan dendam.

Pemerintah telah membuka banyak kedutaan baru diseluruh dunia untuk melayani gerakan Gulen. Apakah kita ini hambatan bagi perhidmatan mereka?

Krisis politik sekarang ini antara pemerintah dan gerakan Gulen telah mencapai titik yang hanya akan menyenangkan mereka yang tidak suka dengan perkembangan Turki. Mereka yang tidak nyaman di 2003 karena kita sedang berdiri diatas kaki sendiri juga tidak suka dengan Turki sekarang ini.

Dalam arena internasional, beberapa kelompok menjalankan operasi psikologis selama dua tahun terakhir. Tahun ini jauh lebih keras ketimbang tahun lalu untuk melancarkan kampanye atas saya dan pemerintah. Kelompok-kelompok itu menggambarkan saya sebagai sosok haus perang (warmonger) karena pemerintah anti rejim penindas di Suriah.

Kampanye fitnah juga dilakukan atas Hakan Fidan, direktur intelejen karena meningkatnya pengaruh lembaga ini.

Beberapa kelompok dalam arena internasional lebih menghendaki kebijakan politik luar negeri Turki yang statis sebagaimana era 90-an. Turki hanya diperbolehkan terlibat dalam kasus-kasus disekitarnya saja, seperti Siprus, namun kini Turki telah memiliki pengaruh di dunia."

Source: Anadolu DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment