Bukti Kebencian Bos Twitter Indonesia kepada FPI "Biar Mampus Kau!"


Pada Senin (16/1/2017) beberapa akun Twitter Front Pembela Islam (FPI) seperti Habib Rizieq Syihab @syihabrizieq,  akun @DPP_FPI dan @HumasFPI di-suspend. Apa yang menyebabkannya?

Pernyataan resmi Twitter Indonesia menyebutkan bahwa dalam rangka menciptakan rasa aman dan nyaman bagi pengguna di Twitter, pihak Twitter Indonesia dapat menangguhkan akun yang melanggar peraturan Twitter. "Penangguhan akun terjadi berdasarkan laporan-laporan yang kami terima dari pengguna melalui prosedur pelaporan pelanggaran yang kami miliki (https://support.twitter.com/articles/15789)," kata pernyataan tersebut seperti dilansir Detik.

Di jagat Twitter, banyak aktivis media yang ramai menggunakan tagar #FPIBersamaRakyat. Lalu menelusuri jejak lama kicauan bos Twitter Indonesia Roy Simangunsong yang menunjukkan ketidaksenangan terhadap ormas Islam itu.

"Biar mampus kau!: Mobil Ketua FPI Sumut Dirusah Massa," kata Roy pada 25 Juli 2016 mengomentari berita dari tautan Suara Pembaruan.

Jauh sebelum terpilih menjadi bos Twitter untuk Indonesia, Roy yang ditunjuk menjadi bos pada Selasa 9/1/2015 itu sudah menunjukkan ketidaksukaannya pada FPI.

"Pak Habib katanya mau berangkat ke Palestina, kita harus dukung dengan kumpulkan koin buat tiket 1 jalan ke sana secepatnya," katanya pada 12 Juli 2014.

"FPI apabila basisnya anarkis, mempertanyakan keabsahan Pancasila dalam bernegara, melangkahi UUD maka hanya ada satu kata BUBARKAN," ujarnya pada 24 Juni 2010.

Roy pun terang-terangan menunjukkan keberpihakannya terhadap salah satu kandidat gubernur DKI Jakarta. "Apalah ribut-ribut soal jalur mana, aku pilih Ahok karena memang biar dia jadi gubernur. Ngga usah banyak kali cincong," kata Roy pada 28 Juli 2016. [Paramuda/BersamaDakwah] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment