Muhammad Syafii: Ada Perbuatan Lebih Dahsyat dari Teroris, Malah Tak Disebut Teroris


Meski Presiden Jokowi sudah mendesak DPR segera merampungkan pembahasan revisi RUU Terorisme, namun pembahasannya masih membutuhkan waktu lama. Sebab, ada beberapa isu yang menjadi kontroversi.

Ketua Panitia Khusus (Pansus) Revisi UU Pemberantasan Tindak Pidana Terorisme, Muhammad Syafii tak menampik adanya pasal kontroversi dalam revisi UU Terorisme.

Menurut Syafii, draf revisi UU Terorisme sama sekali tidak menyentuh bagaimana menangani korban-korban teroris. Selain itu, cara pemerintah memberantas teroris lebih mengedepankan tindakan.

“Jadi, kita merasa pemerintah memberantas teroris itu dengan cara menembaki teroris. Bukan dengan cara memberantas paham terorisme,” ucap Syafii video wawancara dengan Kiblat TV yang diunggah ke Youtube.

Menurut Syafii, ada tiga spirit yang perlu dibangun dalam membahas revisi UU terorisme. Spirit pertama, undang-undangnya harus dalam rangka penegakan hukum.

Kedua, undang-Undang ini harus dalam rangka menghormati hak asasi manusia (HAM). Dan yang ketiga, undang-undang ini harus memberantas terorisme.

“Tiga spirit ini kemudan kita kelompokkan menjadi tiga pembahasan. Yakni pencegahan. Pencegahan ini diawali dengan memberi defenisi apa itu teroris. Jadi jangan sembarangan nyebut teroris. Atau ada perbuatan yang lebih dahsyat dari teroris, malah tidak disebut teroris,” ucanya.

Dikatakan Syafii, defenisi tindak pidana teroris juga harus jelas. Harus memiliki standar, sehingga tidak asal menyebut teroris.

Selama ini, banyak kejadian kecil yang dianggap sebagai teror karena pelakunya umat Islam. Sedangkan kejadian lebih besar tidak pernah dianggap teror karena pelakunya bukan umat Islam, seperti yang terjadi di Papua.

“Penembakan puluhan polisi, tentara, menghancurkan markas, dibakar segala macam di Papua, itu gak teroris gitu lho,” imbuhnya.

Karena itu, lanjut Syafii, perlu ada depenisi dan standar tentang apa itu teroris dan tindak pidana teroris itu bagaimana.

“Jangan teroris itu hanya narasi. Pake standar lah. Itu yang kita mau,” tegas Muhammad Syafii. pojoksatu

DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment