“Hai Tito…” Umat Islam Masih Sabar ya?


Sikap Kepala Polri Jenderal Tito Karnavian yang  kian hari kian menyakitkan hati umat Islam membuat para nitizen Melebelkan Tito dengan sebutan yang tak pantas. Dari yang  seburuk buruknya manusia juga ada.

Kalau  Tokoh Islam, tidak kalah beranngnya – Raden Muhammad Syafii menyebut Tito Model Teroris Negara. Beda lagi dengan Din Syamsuddin.

Ketua Dewan Pertimbangan Majelis Ulama Indonesia ini malah mewanti-wanti  Tito agar tak meremehkan kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok. Ia pun mengatakan tak akan segan memimpin perlawanan jika Ahok sampai lepas dari jerat hukum.

“Pak Tito, kita bersahabat ya. Tapi kalau ini sampai lepas, saya akan memimpin perlawanan,” kata Din saat memberi sambutan di acara pembukaan rapat kerja nasional MUI di Hotel Mercure, Ancol, Jakarta, Rabu, 23 November 2016.

Sebelumnya di Syamsudin Juga sudah bertemu 4 Mata dengan Jokowi Rabu, di Istana Negara pekan Lalu. dalam pertemuan itu Din meminta Jokowi jangan meremehkan aksi umat Islam dan tuntuan umat Islam.

“Saya bilang pada beliau (jokowi), peristiwa 411 lalu itu jangan dianggap remeh, jangan dipandang sebelah mata. Karena 2 juta lebih, saya saksikan bapak Presiden yang ikut berunjuk rasa itu kelas menegah muslim. Ada alumni ITB, alumni IPB, ada majelis-majelis taklim kaum ibu-ibu di kawasan mewah, ikut berdemo 411, ini adalah masa kritis” ucapnya.

Perlawanan ini sudah jelas secara makna dan tujuan. Din Syamsudin berkali kali memberi wanti akan hal ini. Umat Islam Masih Sabar kan? (panjimas,RO, BL) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment