Hamas: Rakyat Palestina Akan Menang dalam Perang Al-Aqsha Kali ini


Juru bicara Hamas, Hazim Qasim menegaskan, rakyat Palestina akan menang dalam pertempuran Al-Aqsha kali ini. “Pertempuran di Al-Aqsha dengan Israel ini akan melemah dan berakhir kecuali jika hak-hak rakyat Palestina di tanah airnya, berupa kebebasan dan kembali ke tanah air mereka (bagi pengungsinya) terwujud.

Dalam keterangannya kemarin Kamis kemarin sore bahwa pertempuran yang dilakukan bangsa Palestina di gerbang-gerbang masjid Al-Aqsha adalah rentetan jihad melawan penjajah.

Ia mengisyaratkan, Al-Aqsha selalu dalam jantung konflik dari revolusi Al-Barraq kepada pertempuran hari ini di halaman masjid Al-Aqsha. Hasil pertempuran ini hanya satu yaitu kemenangan rakyat Palestina dan Israel tak akan berhasil berusaha mengubah realita sebab Al-Aqsha adalah garis merah yang tidak boleh dilanggar.

Hazim menegaskan, aksi rakyat Palestina turun ke jalan dalam Jumat Murka kali ini adalah pesan jelas bahwa seluruh kelompok di Palestina di belakang warga al-Quds yang berjaga di Al-Aqsha. Tak ada satupun orang yang menghindar dari tuntutan rakyat Palestina.

Diperkirakan seluruh wilayah Palestina dan sejumlah negara Arab dan Islam serta di dunia seluruhnya akan menggelar aksi unjuk rasa pada hari ini Jumat membela Al-Aqsha yang mengalami serangan brutal dari Israel zionis.

Tokoh-tokoh Islam menyerukan aksi massa, politik dan agama Palestina di seluruh wilayah Palestina dan Zona Hijau untuk menutup masjid-masjid di kota dan kota mereka untuk menunaikan shalat dekat titik singgung dengan pasukan Israel untuk membela Al-Aqsha. Mereka meminta warga untuk berdatangan ke Al-Aqsha.

Pasukan Israel melarang pada Jumat lalu (14/7) penunaikan shalat di masjid Al-Aqsha dan mengosongkannya dari jamaah shalat setelah tiga pemuda Palestina dari baldah Umm Fahm di Palestina 1948 menyrang polisi Israel di dekat gerbang Huttah. Dua polisi tewas dan tiga pelaku Palestina gugur syahid.

Setelah itu Israel mengeluarkan keputusan penutupan Kota Tua dan melarang shalat di masjid Al-Aqsha. Ini kali pertama sejak tahun 1969. Di sela-sela itu, warga yahudi menggerebek masjid Al-Aqsha sebelum akhirnya dibuka kembali sebagian pada Ahad (16/7) dengan memasang gerbang elektronik di Al-Aqsha. Sementara itu warga Palestina menolak kebijakan ini. [melay/fatur] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment