Erdogan mengecam referendum Kurdi menyebutnya sebagai ‘pengkhianatan’


Presiden Recep Tayyip Erdogan telah mengecam sebuah keputusan oleh pemimpin Kurdi Irak Massoud Barzani untuk melanjutkan referendum pemisahan Kurdi dari Baghdad. Presiden Turki menggambarkan langkah tersebut sebagai “pengkhianatan” dan mengatakan bahwa referendum tersebut mengancam keamanan nasional Turki, dan akan menyebabkan lebih banyak konflik jika masing-masing kelompok ingin mengadakan jajak pendapat serupa.

“Sampai menit terakhir, kami tidak mengharapkan Barzani melakukan kesalahan dengan mengadakan referendum, tapi ternyata kami salah,” jelas pemimpin Turki tersebut. Ketika Turki mulai menjatuhkan sanksi, mereka akan dibiarkan tanpa dukungan apapun, Erdogan memperingatkan.

“Ini akan berakhir saat kita menutup keran minyak, semua pendapatan mereka akan lenyap, dan mereka tidak akan dapat menemukan makanan saat truk kita tidak lagi menuju ke Irak utara,” Erdogan menambahkan. “Siapa yang akan mengakui kemerdekaan kalian? Israel? Dunia bukan hanya Israel. Anda harus tahu bahwa mengibarkan bendera Israel tidak akan menyelamatkan Anda. ”

Kecaman Erdogan tentang bendera Israel ini ditujukan atas aksi pasukan Kurdistan Irak yang mengibarkan bendera Isarel.
Erdogan menegaskan kembali bahwa hasil referendum akan dianggap batal demi hukum.

Pada hari Selasa, Barzani, Presiden otonom Kurdistan di Irak, mengatakan bahwa rakyatnya telah memilih “YA” untuk kemerdekaan. Komisi Pemilihan Umum di Erbil mengatakan dalam sebuah pernyataan sebelumnya bahwa tingkat partisipasi dalam referendum tersebut sekitar 80 persen dari 4 juta orang yang berhak memilih.

Middle East Monitor DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment