PDIP Tolak Bentuk Tim Pencari Fakta (TPF) Kasus Penyiraman Air Keras ke Novel


Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) berbeda sikap dengan Fraksi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP). Perbedaan ini menyangkut rencana pembentukan tim pencari fakta (TPF) kasus penyiraman air keras ke penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan.

Anggota Komisi III DPR dari Fraksi PKS di DPR, Nasir Djamil menilai tidak menutup kemungkinan penyiraman air keras ke Novel Baswedan masih berkaitan dengan kasus korupsi yang ditangani. Sebaliknya, kata dia bisa juga penyiraman air keras itu dampak dari konflik internal KPK.

"Kalau ditanya ke saya boleh juga dibentuk tim pencari fakta. Kalau pun tidak dibentuk tim pencari fakta, maka KPK harus membentuk tim kecil yang bergerak secara senyap, tepat dan cepat," ujar Nasir kepada SINDOnews melalui telepon, Minggu (16/4/2017).

Dia berharap melalui TPF bisa terungkap peristiwa penyiraman air keras yang melukai wajah Novel Baswedan bisa terungkap. Menurutnya, TPF terdiri dari beberapa unsur seperti KPK, Kepolisian, Kejaksaan dan kalangan independen.

"Sehingga pelaku dan dalangnya bisa ditemukan dan ditangkap," ucapnya. (Baca: PDIP Tolak Pembentukan TPF Penyiraman Air Keras ke Novel)

Sikap ini bertolak belakang dengan anggota Komisi III DPR dari Fraksi PDIP, Masinton Pasaribu. Menurutnya proses hukum kasus penyiraman air keras ke wajah Novel Baswedan cukup ditangani kepolisian.

"Belum perlu dibentuk tim pencari fakta," ucap Masinton.[viva/Art] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment