Inilah Fakta Seputar Ikhwanul Muslimin, Organisasi Islam Tertua di Tanah Arab


Kairo- Ikhwanul Muslimin akhir-akhir ini menjadi perbincangan hangat di seluruh dunia. Setelah disebut-sebut sebagai salah-satu pemicu  krisis diplomatik antara Qatar dan negara-negara teluk.

Pada Selasa (07/06), Menteri Luar Negeri Arab Saudi saat berkunjung ke Paris mengatakan bahwa “Qatar harus berhenti mendukung Hamas dan Ikhwanul Muslimin.” Pernyataan tersebut lantas menimbulkan berbagai pertanyaan atas latar belakang Ikhwanul Muslimin.

Pernyataan Juber hanya berselang dua hari setelah Mesir, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar. Lantaran, Qatar melindungi Ikhwanul Muslimin yang dinyatakan sebagai kelompok teroris oleh negara-negara teluk. Lantas, siapakah Ikhwanul Muslimin?

Siapakah Ikhwanul Muslimin?

Didirikan pertama kali di Mesir pada tahun 1928 oleh cendekiawan Islam bernama Hassan Al-Bana. Ikhwanul Muslimin merupakan kelompok Islam dan partai politik tertua di wilayah Arab. Namun, di sejumlah negara keberadaan IM justru dilarang. Misi IM ialah agar sistem pemerintahan Islam secara universal dapat menerapkan hukum dan ajaran Islam dalam bernegara.

Apa pandangan kelompok yang dianut Ikhwanul Muslimin?

Ikhwanul Muslimin fokus pada reformasi sistem politik di dunia Arab. Pemikirannya mencakup gagasan aktivisme politik, tanggung jawab sosial, mengorganisir kegiatan amal, serta program dukungan sosial untuk mereka yang berpenghasilan rendah.

Kendati demikian, ada beberapa perubahan dalam penerapan idelogi sejak beberapa tahun terakhir. Akibat dari pergeseran pergerakan dari kelompok nasionalis menjadi kelompok terlarang. Sehingga, memaksa IM beroperasi di bawah tanah. Akan tetapi, para kadet tetap berpegang pada cita-cita untuk mendirikan sistem pemerintahan Islam.

Siapakah pemimpin Ikhwanul Muslim saat ini?

Pemimpin tertinggi Ikhwanul Muslimin di Mesir adalah Mohamed Badie. Saat ini dia dipenjara dan dijatuhi hukuman seumur hidup serta hukuman mati karena berbagai tuduhan.

Ikhwanul Muslimin ikut berjuang melawan penjajahan

Pada masa-masa awal di Mesir, IM aktif terlibat dalam perjuangan melawan penjajahan Inggris. IM juga bekerja sama dengan Gerakan Free Officers untuk melepaskan Mesir dari sistem monarki.

Namun, perselisihan mulai muncul antara dua kelompok ketika Free Officers yang dipimpin oleh Gamal Abdul Nasser memilih untuk mendirikan sebuah negara sosialis sekuler. IM lantas menentang keras sistem tersebut.

Pada tahun 1950-an, Sayed Qutb tokoh IM terkemuka dipenjara lantaran tuduhan upaya pembunuhan terhadap Gamal Abdel Nasser. Saat masa-masa penahanan Sayed Qutb banyak menulis buku yang menganjurkan perlawanan terhadap rezim Mesir saat itu. Qutb akhirnya dieksekusi pada tahun 1966, namun tulisannya tetap dipelajari oleh banyak pejuang Islam.

IM secara resmi merubah penerapan ideologi organisasinya pada tahun 1970-an saat Presiden Mesir Anwar Sadat berkuasa. IM akhirnya tidak lagi memperjuangkan ideologinya dengan perlawanan fisik melainkan ikut terlibat dalam sistem demokrasi pada tahun 1995.

Ideologi Ikhwanul Muslimin memiliki pengaruh di wilayah Arab

Pada akhir 2011, partai Ennahda Tunisia (partai Islam yang diilhami oleh IM) memenangkan pemilu pertama setelah penggulingan Presiden Zine El Abidine Ben Ali.

Pada tahun 2012, Ikhwanul Muslimin mencalonkan presidennya di Mesir. Mohamed Mursi memenangkan pemilihan tersebut dan merupakan pemimpin demokratis pertama di Mesir sampai adanya kudeta oleh angkatan bersenjata Mesir pada tahun 2013. Sehingga Mursi dipenjara bersama kader-kader IM.

Front Aksi Islam cabang partai IM di Yordania hingga sebelum pemutusan hubungan dengan partai induknya pada tahun 2013, berhasil menduduki jumlah kursi terbanyak di parlemen Yordania.

Di negara manakah Ikhwanul Muslimin aktif?

Selain di Mesir, Ikhwanul Muslimin juga berkembang di sejumlah negara di Timur Tengah. Ada beberapa partai yang dinilai terinspirasi dari gagasan IM yang berdiri di sejumlah negera Arab.

Diantaranya, Hamas di Palestina, partai Ennahda di Tunisia, Gerakan Konstitusional Islam di Kuwait. Sementara di Yordania, Ikhwanul Muslimin memiliki sayap politik bernama Front Aksi Islam. Namun hubungan mereka putus setelah kudeta Mesir tahun 2013. Di Bahrain, sayap politik IM dikenal dengan nama Minbar.

Perlu diketahui, tidak semua partai Islam di Timur Tengah merupakan jaringan IM. Misalnya gerakan Salafi di Mesir yang terlibat dalam kudeta terhadap Mursi tahun 2013.

Sampai saat ini, negara-negara yang melabeli IM sebagai kelompok teroris adalah: Bahrain, Mesir, Rusia, Arab Saudi, Suriah dan Uni Emirat Arab.

Benarkah Arab Saudi merasa terasaingi dengan kehadiran IM?

Arab Saudi pada tahun 2013 mencabut dukungannya terhadap Ikhwanul Muslimin. Sementara pada tahun 2014, kerajaan tersebut menyatakan bahwa Ikhwanul Muslimin sebagai teroris.

Analis menyimpulkan bahwa Arab Saudi merasa tersaingi sebagai simbol tunggal pemerintahan Islam Sunni saat ini. Dimana Ikhwanul Muslimin menawarkan contoh politik Islam yang berbeda dengan Arab Saudi.


Sumber: Al Jazeera/kiblat DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment