Menguak Kesyiahan Dina Sulaeman dari Kesaksian Adik Angkatan Kuliah


Penulis Dina Sulaeman pembelaannya begitu kuat terhadap syiah, Meski begitu, ia menolak jika disebut sebagai penganut agama syiah. Lalu, bagaimana sebenarnya rekam jejak Dina?

Adalah Maimon Herawati yang mengisahkan. Dosen komunikasi Universitas Padjajaran, Jawa Barat itu menuturkan tentang rekam jejak Dina Sulaeman.

---

Saya akan ulang lagi ya. Saya dan Dina sama-sama mahasiswa Unpad. Saya angkatan '92, dia '93. Saya di Jurnalistik. Dia di Sastra Arab. Sama-sama orang Minang. Tak lama setelah lulus, Dina diberi beasiswa S2 jurusan Teologi oleh Pemerintah Iran, bersama suami bekerja di Radio Iran berbahasa Indonesia selama lima tahun kurang lebih, dan rutin mengikuti Doa Kumail tiap malam Jumat. (Saya tak lama lulus menemani suami S3 di Inggris dan dapat beasiswa S2 dari lembaga independen di Inggris mengkaji Islamic Jerusalem Studies di Skotlandia. Guru saya salah satunya profesor asal Yerusalem).

Silakan dipahami ideologi yang bersangkutan dan pahami informasi yang diberikan kira-kira akan seperti apa. (-dan saya....jika masih ragu dengan saya....karena kampus saya yang sama dengan Jalaluddin Rahmat membuat banyak juga yang khawatir saya syiah, hehehe)

Suriah saat ini dikuasai oleh rezim Bashar Assad yang syiah alawiy, syiah paling sesat. Mereka menganggap Ali ra sebagai manifestasi Tuhan. Kekuasaan Bashar dimulai dari kudeta bapak Bashar, Hafez Assad.

Hafez membungkam warganya dengan tindakan represif seperti pembunuhan massal kota Hama yang sunni pada 1982. Puluhan ribu nyawa meninggal di sana. Warga Hama juga dihabisi kembali oleh Bashar pada 2012. Di dalam Suriah, pertentangannya adalah antara rejim represif syiah yang sosialis menghadapi kebangkitan umat sunni yang ingin mendapatkan kebebasan lebih.

Setelahnya, negara-negara lain ikut 'bermain' di Suriah, itu dengan motif masing-masing. Ada yang motif pengamanan perusahaan minyak mereka, ada yang kesamaan ideologi, ada yang akidah.
Jangan lupakan ini sebelum menerima berita apapun darinya.

Saya lelah juga jika tiap saat ada inbox minta saya menganalisa informasi dari Dina. Jadi berasa 'Dina watch', hahaha. Padahal banyak tugas lain yang harus diselesaikan.

Mohon dilihat saja latar belakang Dina dan silakan analisa sendiri ya.

Info ini dengan mudah dimiliki siapa saja teman Dina dulu di jaman Multiply. Dia jujur kok menjelaskan aktivitas hariannya. [Paramuda/BersamaDakwah] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment