Yordania Hadapi Krisis Akibat Blokade atas Qatar


Ekonomi Jordania telah mengalami kerugian senilai 2 juta Dollar karena tidak terkirimnya barang ekspor Jordania ke Qatar sejak ditutupnya perbatasan darat Saudi minggu lalu di tengah-tengah keretakan diplomatik Teluk.

Pada 5 Juni, Arab Saudi, Uni Emirat Arab dan Bahrain memutuskan hubungan diplomatik dengan Qatar dan memulai sebuah blokade ekonomi pada negara Teluk itu. Jordania kemudian mengikuti langkah tersebut dengan mengumumkan pengurangan perwakilan diplomatik dengan Qatar.

Menurut sumber di Asosiasi Produser dan Eksportir Buah dan Sayuran, para pedagang Jordan yang sebelumnya telah menandatangani kontrak ekspor dengan Qatar, mulai mengekspor produk mereka lewat udara, tulis middleeastmonitor.com.

Jumlah pengiriman Jordanian ke negara Teluk kecil itu juga anjlok hingga 90 ton per harinya, turun dari 600 per hari.

Berdasarkan laporan Aljazeera, Arab Saudi telah melarang masuk 85 truk Jordan yang membawa buah dan sayuran, dan lebih dari 10 truk yang membawa kebutuhan hidup ke Qatar, setelah terjadinya krisis.

Qatar telah mulai mencari rute alternatif dan mulai menyetujui kesepakatan baru dengan negara-negara untuk melawan blokade yang dijatuhkan oleh kebanyakan negara Arab tetangga. Turki telah siap untuk membantu menyelesaikan krisis, seperti yang dikatakan Menteri Luar Negeri Turki Mevlut Cavusoglu, sementara pemerintahan Iran telah menawarkan untuk mengirim makanan ke Qatar melalui jalur laut.

Bahkan perusahaan Denmark, A.P. Moller-Maersk A/S, yang memiliki merk kontainer terbesar di dunia, telah mencari cara untuk melewati larangan transportasi pada Qatar dengan menggunakan rute alternatif. Jumat lalu, mereka mengumumkan bahwa akan memulai melakukan pengiriman kontainer ke Qatar via Oman.*/Nashirul Haq AR/HIDAYATULLAH DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment