Menlu AS: Melabeli Ikhwan Organisasi Teror Masalah bagi AS


Menlu AS Rex Tillerson mengatakan memasukkan Ikhwanul Muslimin secara keseluruhan sebagai kelompok “teror” akan memperkeruh keamanan dan politik di Timur Tengah.

Testimoninya Rabu didepan Komite Senat untuk Urusan Luar Negeri muncul ditengah peningkatan ketegangan di Teluk, yang sebagian isunnya berpusat atas dukungan Qatar kepada Ikhwanul Muslimin.

Tillerson mengatakan akan menjadi masalah menempatkan organisasi ini secara keseluruhan- dimana anggota mencapai lebih dari 5 juta, dan beberapa diantara mereka menempati posisi di pemerintahan di kawasan- dalam “daftar organisasi teror”.

“Ada beberapa elemen Ikhwanul Muslimin yang menjadi bagian pemerintahan,” tuturnya, seraya menunjuk eksistensi mereka dalam parlemen di Bahrain dan Turki sebagai contohnya.

“Maka memasukkan Ikhwanul Muslimin secara total sebagai organisasi teroris…saya kira anda akan memahami kompleksitas isu dalam kaitan hubungannya dengan pemerintah-pemerintah di kawasan ini,” paparnya.

Diplomat top AS ini mengatakan Washington telah memasukkan elemen-elemen dari grup ini yang terlibat dalam kekerasan sebagai “teroris”, namun klasifikasi yang luas dari kelompok ini akan menimbulkan komplikasi.

Arab Saudi, Bahrain, UEA, Mesir dan beberapa negara lainnya memutuskan hubungan dengan Qatar awal bulan ini karena tuduhan mendukung kelompok-kelompok ekstrimis, termasuk Ikhwanul Muslimin. Doha membantah semua tuduhan tersebut.

Ikhwanul Muslimin adalah kelompok Islam tertua di dunia Arab. Meskipun dilarang di beberapa negara. di banyak tempat, pelbagai cabang Ikhwan di banyak negara memainkan peran penting dalam politik domestik dan menduduki posisi penting dalam pemerintahan.

Negara-negara yang melabeli Ikhwanul Muslimin sebagai organisasi teroris saat ini adalah Bahrain, Mesir, Rusia, Arab Saudi, Suriah dan Uni Emirat Arab.

Pada 2013, penguasa Saudi berada di belakang tindakan brutal junta militer Mesir dalam menumpas para pendukung Ikhwanul Muslimin. Pada Maret 2014, Arab Saudi memasukkan Ikhwanul Muslimin sebagai kelompok “teror”.

Para analis menyimpulkan bahwa kelompok Islam sunni yang menyerukan partisipasi politik dan legitimasi pemilu  dan gerakan ini menjadi contoh terbaiknya-dilihat para monarki Teluk sebagai ancaman eksistensial karena menawarkan model berbeda politik Islam.

PERMATAFM DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment