Rafly dan Fadjroel Dapat Gaji Besar Tapi Kinerja Tak Optimal, CBA: Bukti Rangkap Jabatan Komisaris BUMN Tak Efektif


Center for Budget Analysis (CBA) menyayangkan adanya rangkap jabatan komisaris BUMN. Padahal gaji komisaris di sebuah BUMN sudah sangat tinggi, setahun bisa mencapai Rp1 triliun lebih.

Seperti yang terjadi di PT Jasa Marga (Persero) Tbk, BUMN jalan tol itu menurut Direktur CBA, Uchok Sky Kadafi, menerimia pasokan penerimaan super besar. Begitupun juga komisaris PT Adhi Karya (Persero) Tbk dimana komisarisnya mendapat gaji yang juga tinggi.

“Tapi sangat disayangkan, kinerja mereka tak efektif sebagai komsirais utama. Apalagi saat ini, mereka yang dulu kritis terhadap pemerintah, sekarang sudah tak lagi,” ungkap Uchok saat dikonfirmasi Aktual.com, Senin (12/6).

Menurutnya, dengan kondisi seperti itu, terutama Refly Harun yang merangkap jabatan sebagai Staf Khusus Bidang Hukum Menteri Sekrtaris Negara, ternyata dalam kinerja mengawasi BUMN jalan tol itu tak optimal. Karena banyak tender-tender yang berpotensi rugikan keuangan negara.

“Itu membuktikan kebijakan rangkap jabatan di komisaris BUMN tak efektif,” jelas Uchok.

Sementara menurut Koordinator Investigasi CBA, Jajang Nurjaman menyebutkan Refly dan Fadjroel sosok yang kritis di masa lalu tapi kini hampir tak terdengar lagi suara nyaringnya.



Refly dan Fadjroel sebagai komisaris utama, keduanya sama-sama menikmati gaji tinggi dengan pekerjaan yang relatif santai. Gaji yang tinggi ini didapat dari gaji pokok, ditambah tunjangan berupa (uang transpor, THR, serta asuransi purna jabatan).

“Yang paling besar tentunya tantiem atau insentif kinerja yang diperoleh setahun sekali,” jelas dia dalam keterangan resmi yang diterima, Senin (12/6).

Namun demikian, kata dia, meskipun sama-sama menjabat sebagai Komisaris Utama di BUMN, ada perbedaan pendapatan penghasilan dari keduanya.

Untuk Fadjroel sebagai Komisaris Utama Adhi Karya, ia mendapatkan gaji pokok perbulannya sebesar Rp54.450.000 gaji pokok Fadjrul ternyata masih kalah besar dibanding yang diterima gaji pokok Refly yakni sebesar Rp58.500.000.

Sedangkan untuk tunjangan yang didapat Fadjroel, kata dia, sedikit lebih besar dibanding yang diperoleh Refly. Total tunjangan yang diperoleh Fadjroel sebesar Rp78.952.500 tunjangan ini termasuk (asuransi purna jabatan, uang transport dan THR).

“Untuk tunjangan Refly hanya mendapatkan sebesar Rp70.425.000 berupa uang transport dan THR,” kata dia.

Namun yang paling besar tentunya insentif kinerja yang diperoleh setahun sekali dari laba bersih perusahaan. Insentif kinerja yang diperoleh Fadjroel selama tahun 2016 sebesar Rp126.275.941, namun angka ini tidak ada apa-apanya dibanding insentif kinerja yang diperoleh Refly Harun sebesar Rp782.262.659.

Total pendapatan Fadjroel sebagai Komisaris Utama Adhi Karya dalam setahun mencapai Rp1.128.155.941 sedangkan Refly Harun dalam setahun bisa memperoleh pendapatan dari Jasa Marga sebesar Rp1.685.862.659.

“Refly sepertinya lebih beruntung dibanding Fadjroel karena ditempatkan di Perusahaan Jasa Marga. Sedangkan Fadjroel harus bekerja lebih keras lagi sebagai Komisaris Adi Kharya kalau mau insentif kinerja di tahun 2017 tidak kalah besar dari Refly,” tandasnya.

AKTUAL
DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment