Kondisi Polisi di Akhir Zaman, Ini Kata Rasulullah saw


Polri mendapatkan cercaan dari Warganet usai mengunggah film pendek berjudul"Kau adalah Aku yang Lain" di akun @Divhumaspolri. Tagar #polriprovokatorSARA menjadi trending topic.

Film yang menjadi pemenang Police Movie Festival itu bercerita soal tidak bisa lewatnya ambulans yang sedang membawa pasien beragama Nasrani karena ada pengajian yang menutup jalan.saat ambulans lewat dan terhalang pengajian yang menutup jalan.

Sontak saja, protes keras berhamburan terhadap film yang disutradarai Anto Galon itu. Warganet meminta pembuat film meminta maaf.

Perilaku institusi Polri ini membuat dada umat Islam semakin sesak. Sebelumnya, perlakuan tak adil kepada umat dilakukan pollri. Mulai dari penangkapan ulama, terorisme, penghadangan aksi bela Islam dan sebagainya.

Berbagai tindakan tersebut mengingatkan kita pada sebuah hadits Rasulullah saw.

"سَيَكُونُ فِي آخِرِ الزَّمَانِ شَرَطَةٌ، يَغْدُونَ فِي غَضِبِ اللَّهِ، وَيَرُوحُونَ فِي سَخَطِ اللَّهِ، فَإِيَّاكَ أَنْ تَكُونَ مِنْ بِطَانَتِهِمْ".

"Akan datang di akhir zaman adanya polisi yang di pagi hari di bawah kemurkaan Allah, dan sore harinya di bawah kebencian Allah. Hati-hatilah kamu menjadi bagian dari mereka."
(HR. Ath Thabarani dalam Al Kabir No. 7616. Imam Al Munawi mengatakan: shahih. Lihat At Taisir bi Syarh Al Jaami’ Ash Shaghiir, 2/192)

Imam Al Munawi mengatakan Syurthah (polisi) di sini adalah a’wanus sulthaan (pelindung penguasa). Beliau juga menjelaskan, -mengutip dari An Nihayah- bahwa polisi dinamakan Syurthah, karena mereka memiliki tanda (‘alamaat) untuk mengenalinya, dan juga keberadaannya sebagai asyraatus saa’ah (tanda-tanda datangnya kiamat).
(Faidhul Qadir, 4/169)

Apakah yang dimaksud Rasulullah saw adalah kondisi polri hari ini di Indonesia?

Wallahu'alam bishshowab DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment