Berita menyebar di media Arab menyatakan Bashar al-Assad ‘menderita stroke’


Media Arab telah penuh dengan spekulasi selama seminggu terakhir mengenai kesehatan diktator Suriah Bashar Al-Assad, yang dilaporkan menderita tekanan psikologis yang parah setelah lebih dari lima tahun bergelut dengan perang yang dihasilan dari tindakan keras berdarah yang dia lakukan terhadap rakyat Suriah.

Menurut banyak laporan, pemimpin rezim Suriah kini dikabarkan menderita stroke, dan kebugaran untuk mampu ‘memerintah’ semakin diragukan, memaksa pihak rezim Assad melalui Kepresidenan Republik Arab Suriah untuk merilis sebuah pernyataan kemarin mengklaim bahwa Al-Assad berada dalam kondisi ” kesehatan yang sangat baik “.

Rumor dimulai pekan lalu, ketika media Arab Saudi, Al-Sharq Al-Awsat menerbitkan kolom oleh Amir Taheri, mengklaim bahwa sumber dari Rusia, sekutu rezim Assad, telah menunjukkan bahwa Al-Assad dalam kondisi “kelelahan” karena “tekanan psikologis” yang timbul dari perang yang sekarang hampir memasuki tahun keenam.

Menurut Taheri, “pejabat Rusia … sekarang memberikan petunjuk bahwa Assad telah ‘kehabisan tenaga karena lima tahun perang dan ketegangan’ dan mungkin bahkan menderita sakit saraf di mata kirinya sebagai akibat dari ‘tekanan psikologis’.”

Assad ‘menghembuskan napas terakhir’



Berita ini membanjiri artikel di dunia Arab, yang menyatakan bahwa Al-Assad telah berdiri diatas kaki terakhirnya dan bahwa ia secara fisik di ambang kehancuran. Lebih lanjut seperti menambahkan bensin ke dalam api adalah fakta bahwa ia tidak terlihat di publik selama berminggu-minggu.

Meskipun media tampaknya mereda karena kurangnya informasi aktual, berita merebak lagi kemarin pagi, ketika sebuah surat kabar yang terkait dengan Perdana Menteri Lebanon Sa’ad Al-Hariri, Al-Mostaqbal Al-Lubnani melaporkan bahwa Al-Assad telah menderita stroke.

Mengutip sumber-sumber di oposisi Suriah yang mengaku memiliki akses ke dokumen yang disaksikan media, Al-Mostaqbal mengatakan bahwa Presiden rezim Suriah menderita stroke dan dilarikan ke rumah sakit Al-Shami di Damaskus di bawah penjagaan ketat.

Outlet berita Arab lainnya, Moheet, mengatakan kemarin bahwa warga Iran yang ditugaskan untuk menjadi pengawal pribadi Al-Assad berusaha untuk membunuhnya pekan lalu.

Moheet menyebut nama pelaku pembunuh Assad sebagai Mehdi Al-Yaqoubi, menyatakan bahwa pengawal itu melepaskan tembakan ke arah diktator Suriah dalam upaya pembunuhan yang gagal, yang mendorong Al-Assad jatuh ke jurang tekanan psikologis dan menyebabkan dia “mungkin akan menghembuskan napas terakhir. ”

Apa pun kebenaran dari upaya pembunuhan yang belum diverifikasi yang dilaporkan oleh Moheet, cerita mengenai kondisi Al-Assad mulai beredar di media Arab sekali lagi, dipubikasikan oleh beberapa media besar, termasuk yang berbasis di London, Al-Quds Al-Arabi.

Al-Quds Al-Arabi juga mengutip sumber media Lebanon mengkonfirmasikan bahwa kondisi kesehatan Assad sangat buruk.

Kantor media rezim Assad membantah

Dalam upaya untuk melawan kehebohan media, rezim Assad terpaksa mengeluarkan pernyataan di jaringan media sosial.


Menampilkan foto lama dari diktator Suriah dengan wajah berseri-seri, dengan pernyataan : “Kepresidenan Republik menyangkal semua laporan ini … dan menjamin bahwa mereka tidak memiliki dasar fakta, dan bahwa Presiden Al-Assad dalam kesehatan yang sangat baik dan menjalankan tugasnya secara normal. ”

Pernyataan tersebut juga dikeluarkan oleh kantor berita rezim SANA, untuk mencoba membuat sebanyak mungkin publikasi. Namun,  Bashar Al-Assad sendiri belum muncul di layar televisi.

Dalam wawancara sebelumnya dengan The Sunday Times tahun lalu, Al-Assad tertawa mengenai kematian anak-anak di Aleppo, dan mengatakan: “Saya tidur secara teratur, saya tidur dan bekerja dan makan dengan normal dan melakukan olahraga”

Jika laporan terbaru tentang kesehatannya terbukti benar, itu adalah akibat ketegangan dari tindakan yang disebut sebagai tanggung jawabnya atas kematian hampir setengah juta warga Suriah sejak pecahnya perang pada tahun 2011 yang berpengaruh secara keseluruhan pada kesehatan sang diktator, yang mewarisi kekuasaan ayahnya pada pada tahun 2000.

Middle East Monitor DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment