Yusril: Umat Islam Harus Miliki Kekuatan Politik untuk Pertahankan NKR


Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB) Yusril Ihza Mahendra mengatakan bahwa Umat Islam Indonesia harus membangun kekuatan politik untuk membela bangsa dan negara dari setiap upaya infiltrasi untuk melemahkannya.

“Negara berdasar Pancasila adalah negara yang sejalan dengan ajaran-ajaran Islam, sehingga umat Islam harus berada di barisan terdepan dalam membela dan membangun bangsa,” kata Yusril dalam acara Dialog 100 Tokoh Jawa Barat dengan Yusril Ihza Mahendra di Hotel Grand Asrilla, Bandung, Kamis (21/9) lalu.

Dalam acara yang diadakan oleh Aliansi Pergerakan Islam (API) Jawa Barat itu, hadir belasan Guru Besar berbagai perguruan tinggi, ulama, cendekiawan dan aktivis pergerakan Islam itu, Yusril
juga menekankan pentingnya Umat Islam mempunyai kekuatan politik yanh nyata agar mampu mengarahkan perjalanan bangsa dan negara ke arah yang lebih baik di masa depan.

“Jika umat Islam acuh tak acuh kepada politik Islam, bahkan mendukung kekuatan politik sekular apalagi berhaluan kiri atau liberal, maka cita-cita para pendiri bangsa untuk membangun negara berdasarkan Pancasila akan makin jauh,” ujar Yusril.

“Sekularisme dapat menenggelamkan Pancasila. Liberalisme akan menyebabkan tergadainya bangsa dan negara kepada kekuatan asing. Apalagi Komunisme. Faham Komunis akan membuat Pancasila hancur-lebur,” lanjutnya.

Islam, menurut Yusril,
mengajarkan Ketuhanan Yang Maha Esa, menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan dan persatuan, mengedepankan asas kerakyatan dan mengedepankan musyawarah dalam menyelesaikan setiap urusan, dan bercita-cita untuk menegakkan tatanan masyarakat yang berkeadilan sosial.

“Jika umat Islam tidak memegang tampuk kekuasaan politik, maka Pancasila dapat ditafsirkan sedemikian rupa untuk kemudian dibenturkan dengan ajaran-ajaran Islam,” tegas Yusril.

Pengalaman sejarah tahun 1959-1965, menurutnya, membenarkan adanya pembenturan Islam dengan Pancasila itu.

Akibatnya pembenturan itu, lanjut Yusril, maka yang menguat adalah Komunisme. Padahal sejatinya justru Komunislah yang bertentangan dengan Pancasila.

Karena itu, Yusril mengingatkan generasi Islam agar kritis dalam memahami sejarah bangsa, khususnya terkait dengan ancaman kegiatan PKI dan Komunisme di masa yang lalu.

“Islam tidak mungkin dapat dikompromikan dengan Komunisme,” pungkas Yusril. (*/ls) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment