Taktik Playing Victim sedang dimainkan Syiah Pada serangan Bom di Qatif Arab Saudi


Arab Saudi- Berita serangan bom yang menimpa Madinah yang sempat bombastis akhirnya banyak mengundang pertanyaan, apa yang sedang dimainkan dibalik berita serangan bom di Madinah

Banyak pihak yang menyangsikan ledakan bom yang terjadi seperti yang diberitakan oleh saluran televisi Al Arabiya terjadi di Masjid Nabawi, pengambilan gambar serta kesaksian di Masjid Nabawi sendiri mengatakan bahwa ledakan yang terjadi hanya menimbulkan kepulan asap dan berada jauh di pelataran parkir masjid Nabawi

Ledakan di Pelataran Masjid Nabawi hampir bersamaan ledakan di masjid syiah di Qotif

Mana yang lebih bombastis? pertanyaan menariknya adalah kok bisa Masjid Nabawi di serang bom? bukankah sejarahnya yang berani melakukan serangan bom ketanah haram cuma kaum syiah

Lalu ditambah ada serangan bom di masjid syiah di Qotif, apakah ini semata untuk tidak mengarahkan bahwa pelaku ledakan di Masjid Nabawi adalah kaum syiah

Sementara itu, Beberapa media langsung mengarahkan pelakunya kepada ISIS dan Al Qaeda, karena salah satu tempat ledakan adalah masjid Syiah di Qatif

Apakah ISIS atau Al Qaeda berani ledakan bom di Masjid Nabawi?

Yang sebenarnya terjadi adalah ada usaha untuk menjadikan target Masjid Nabawi menjadi target aksi terorisme, namun tunggu dulu bukan syiah pelakunya karena masjid Syiah sediri di serang bom juga

Itulah Logika yang diharapkan terbangun

Menjadikan ISIS dan Al Qaeda menjadi musuh bersama, dalam kemasan aksi terorisme, sementara diketahui pimpinan Al Qaeda sendiri melarang dua tempat di tanah haram sebagai target aksi terorisme

Dan kembali lagi, playing victim tetap dijalankan oleh kaun Syiah; kami ini korban, tanpa perlu media tahu sebab dan akibat; kekejaman syiah di irak dan suriah

(Adityawarman @aditnamasaya) DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muslimina

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment