Erdogan Sebut New York Times Ikut Campur Urusan Turki


PRESIDEN Recep Tayyip Erdogan pada hari Senin kemarin (25/5/2015) menuduh New York Times ikut campur dalam urusan Turki dengan editorial kritis mereka. Dalam kecamannya Erdogan mengatakan surat kabar AS itu harus tahu diri.

“Sebagai surat kabar, Anda (New York Times) harus tahu tempat Anda,” katanya dalam pidato yang disiarkan televisi di Istanbul seperti dilansir AFP.

“Anda ikut campur dalam urusan Turki dengan menulis sesuatu seperti ini. Dengan menerbitkan editorial ini, Anda melangkahi batas-batas kebebasan,” ujarnya.

Sebelumnya pada Jumat lalu, New York Times menerbitkan editorial berjudul “Awan Kelam di atas Turki” yang menyindir pemerintahan Erdogan, dan menuduhnya melakukan tindakan keras menjelang pemilu.

“Amerika Serikat dan sekutu NATO Turki lainnya harus mendesak (Erdogan) untuk berpaling dari jalan yang merusak ini,” tulis editorial New York Times.

Erdogan membalas editorial itu dengan menyatakan: “Siapa Anda? Bisakah Anda mengatakan seperti ini ke pemerintah AS?”

Editorial menyebut serangan Erdogan kepada Dogan Media Group, yang memiliki harian Hurriyet, terkait liputannya tentang hukuman mati yang diberikan kepada mantan presiden Mesir Muhammad Mursi.

Erdogan menuduh Hurriyet menyiratkan ia bisa menghadapi hukuman mati dengan judul “hukuman mati dengan 52 persen.”

Erdogan terpilih sebagai presiden dengan 52 persen suara pada bulan Agustus pemilu 2014 setelah lebih dari satu dekade sebagai perdana menteri. Sedangkan Mursi telah memenangkan pemilu tahun 2012 dengan jumlah suara yang sama.[fq/islampos] DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment