Industri Seks Ada di Balik Gemerlapnya K-Pop


Ada yang tahu pemeran Sunny dalam serial ‘Boys Before Flowers’? Dia adalah Jang Ja Yeon yang meninggal karena bunuh diri akibat menjadi korban kekejaman industri hiburan Korea Selatan.

Penyebab kematian Ja Yeon pada 2009 lalu terungkap karena dia dipaksa oleh produsernya, Kim Sung Hoon, untuk memberikan layanan seksual kepada 31 pria sebanyak 100 kali. Ini adalah gambaran suram sekaligus mengerikan dari industri hiburan hallyu yang gemerlap.

Dilansir Kapanlagi dari Soompi, Selasa (2/4), seorang mantan peserta pelatihan (trainee) dari sebuah agen industri hiburan Korea disiarkan di JTBC TV. Gadis yang namanya dirahasiakan itu mengaku ada semacam lembaga atau broker swasta yang bekerja untuk menghubungkan sponsor dengan trainee-trainee muda.

“Ketika aku masih milik agen, meskipun aku masih di bawah umur, aku sering diminta untuk hadir di sebuah bar,” kata sumber tersebut. Broker swasta tersebut, katanya, mempunyai profil perusahaan-perusahaan trainee di berbagai industri hiburan. Mereka juga mempunyai daftar siswi-siswi yang menjadi trainee tersebut

Sumber itu menambahkan, untuk memenuhi permintaan layanan dari gadis trainee, sponsor akan dikenakan biaya rata-rata 220 ribu dolar AS untuk satu kali pertemuan.

Jika mereka ingin bertemu dengan gadis muda dan dari agen terkemuka, maka mereka bisa dikenakan biaya lebih tinggi lagi, berkisar 700 ribu hingga 900 ribu dolar AS.

Seorang sponsor setidaknya harus membuat reservasi setidaknya satu hari sebelum pertemuan. Hanya mereka yang sudah ada didaftar pelanggan broker swasta itu yang bisa membuat pertemuan.

Masalah perbudakan sesksual dalam industri hiburan bukan sesuatu yang baru di Korea. Sejumlah bintang dan artis perempuan muda juga banyak yang mengakui masalah tersebut akhir-akhir ini.[UGT]



DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About MUSLIMINA

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment