Tak Terima Kalah di Pilkada dan Pengadilan, Ahokers Dinilai Belum Revolusi Mental


Advokat senior Dr. Eggi Sudjana SH MSi menilai ada mentalitas yang tidak demokratis terhadap para pendukung terpidana kasus penistaan agama Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok.

"Mereka sudah kalah di Pilkada tapi tidak mau kalah, merasa menang terus, itu mentalitas yang tidak terjadi revolusi mental yang dimaksud Jokowi," ujar Eggi kepada Suara Islam Online beberapa waktu lalu di Jakarta.

Eggi juga merasa heran dengan sikap pendukung Ahok (Ahokers) terhadap vonis hukum yang ditetapkan majelis hakim.

"Mereka pendukung Ahok, lucunya sudah dihukum tapi tidak mau, memaksa minta penangguhan penahanan. Pertanyaannya, itu belajar dimana ilmu hukumnya? itu tidak bisa, penanguhan penahanan itu adanya dalam proses penyidikan bukan sudah putusan vonis, jadi sudi kiranya mereka baca-baca lagi undang-undang praktek hukumnya," kata Eggi.

Terkait demo pendukung Ahok yang melanggar aturan, Eggi dan sejumlah tokoh dari Presidium Alumni 212 telah melaporkan aparat penegak hukum kepada Komnas HAM.

"Itu perlakuan diskriminatif, tindakan yang sangat berujung pada pelanggaran HAM. Ini tentang kesetaraan persamaan di depan hukum, mengapa ketika kami demo lewat diatas jam 18.00 WIB itu ditembaki gas air mata, sampai banyak korban bahkan ada yang meninggal. Sementara mereka sampai jam 1 malam, anarkis, buat aksi di LP Cipinang, Mako Brimob, ketika itu mengapa polisi diam? ini juga melanggar HAM selain ada pelanggaran hukumnya," jelas Eggi.

Karena itu, kata Eggi, Kapolri disarankan untuk dipanggil dan diperiksa, "Kalau terbukti konseksuensinya harus dicopot," tandasnya. DVD MURATTAL
Share on Google Plus

About Muhammad Ismail

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 komentar:

Post a Comment